
Capres Independen, Kenapa Perlu?
INILAH.COM, Jakarta - Dengan perolehan 60% suara, pemerintahan SBY tak menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan kuat. Itulah ...
Padang, (5 Desember 2008), H. Basril Djabbar, tokoh masyarakat Sumatera Barat, menyambut baik rencana mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli yang akan maju dalam Pemilihan Presiden 2009.
"Kami mencatat, sepanjang sejarah baru ada dua orang Minang yang berani mencalonkan diri sebagai Calon Presiden. Pertama, H. Jaelani Naro pada masa Orde Baru, dan kedua Dr. Rizal Ramli sekarang," kata Basril dalam pertemuan antara tokoh-tokoh pers Sumatera Barat dengan Rizal Ramli, di kantor Harian Singgalang, Jumat (4 Desember 2008).
Menurut Basril, pencalonan Naro langsung berhenti begitu Soeharto, penguasa Orba saat itu, memintanya untuk mundur. Kini, di era demokrasi, Rizal Ramli maju ke gelanggang Pilpres 2009. "Kita bersyukur dan bangga dengan pencalonan Pak Rizal. Kami akan mendukung sepenuhnya," kata mantan Ketua Kadin Daerah Sumatera Barat dan Pemimpin Umum Harian Singgalang ini.
Dalam diskusi dengan tokoh-tokh pers Sumatera Barat itu, Rizal Ramli menyatakan, sejauh ini baru ada dua partai yang mendukung pencalonanannya, yakni Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (P3I) dan Partai Bintang Reformasi (PBR). P3I adalah partai baru, sedangkan PBR memiliki 14 kursi di DPR, 60 kursi di DPRD tingkat propvinsi, dan 480 kursi di DPRD kabupaten/kota.
Dalam waktu dekat, kata mantan Menteri Keuangan ini, ada beberapa partai lain yang akan ikut mendukung pencalonanannya. "Paling tidak, hingga Januari nanti akan ada tiga partai lain yanbg akan bergabung dan mendukung pencalonan kami," kata Rizal.
Ia merasa optimistis, sebelum Pemilu legislatif digelar, akan ada sekitar delapan partai yang melakukan aliansi strategis untuk mendukung dirinya sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2009. "Dari delapan partai itu, diperkirakan akan mencapai 12%-15% suara," kata Rizal. Untuk memenuhi syarat pencalonannya, setelah Pemilu legislatif, Rizal juga kembali akan menggalang aliansi strategis tahap kedua, sehingga syarat minimal dukungan suara dan kursi di DPR akan tercapai.
"Kami tidak akan merasa malu untuk memungut uang segobang dua gobang di jalanan, sehingga nanti akan terkumpul uang Rp 20," kata Rizal memberi kiasan untuk menggaet partai-partai baru pasca reformasi meski perolehan suaranya masih relatif kecil. Toh, kalau dikumpulkan secara keseluruhan jumlah suaranya menjadi sangat signifikan untuk mendukung pencalonannya, yakni 20% suara.