
Capres Independen, Kenapa Perlu?
INILAH.COM, Jakarta - Dengan perolehan 60% suara, pemerintahan SBY tak menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan kuat. Itulah ...
Adhie Massardi:
"Sebaiknya pemerintahan Yudhoyono fokus menanggulangi krisis ekonomi"
Jubir capres DR Rizal Ramli, Adhie Massardi meminta agar pemerintahan Yudhoyono segera berkonsentrasi untuk menanggulangi krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia dan seluruh dunia akibat kejahutan perekonomian di Amerika. "Krisis ekonomi yang sedang terjadi saat ini sangat sulit untuk diatasi dengan.Untuk itu dibutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam menyelesaikannya, sebaiknya pemerintahan Yudhoyono fokus dalam hal tersebut," kata Adhie.
Pernyataan tersebut terkait dengan rencana Presiden Yudhoyono yang akan mengeluarkan peraturan yang mengatur ketat para pembantunya yang akan maju dalam Pemilihan Presiden mendatang. Pengaturan soal menteri yang nyapres itu tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). Peraturan ini dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin Presiden Yudhonono akhir pekan lalu.
RPP yang tengah digodok ini mewajibkan para menteri yang maju sebagai capres atau cawapres mengundurkan diri. Cuti pejabat negara yang berkampanye sendiri akan diatur oleh KPU setelah Menteri Sekretaris Negara mengajukan daftar pejabat yang mengajukan cuti untuk berkampanye.
Menteri dalam Negeri Mardiyanto menjelaskan, RPP yang akan dikeluarkan pemerintah juga mengatur tentang capres atau cawapres incumbent yang mendapatkan fasilitas melekat sesuai jabatannya seperti keamanan dan protokoler. Sedangkan capres atau cawapres yang lain hanya mendapatkan pengawalan dari Polri.
Karena RPP tersebut tidak diatur dalam UU Pemilu. Adhie menilai ada kepentingan dibalik terbitnya RPP tersebut. "Jangan sampai pemerintahan Yudhoyono merancang RPP hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Apalagi kita tahu, Presiden dan Wakil Presiden memiliki kepentingan masing-masing dalam pemilu 2009 ini" jelas Adhie.
Adhie menduga terbitnya RPP akan menambah panjang keruwetan yang sudah ada. Bagi Adhie hal tersebut semakin memperlihatkan kinerja KPU yang kurang mampu dalam melaksanakan pemilu 2009. "UU Pemilu sendiri beberapa pasalnya sedang digugat di Mahkamah Konstitusi lalu ditambah dengan hadirnya RPP ini. Apa tidak membuat semakin ruwet." tegas Adhie.
Menurut Adhie terbitnya RPP haruslah sejalan dengan semangat demokrasi. Selain itu mantan jubir Presiden Gus Dur ini juga meminta kepada seluruh partai politik yang ada serta anggota DPR untuk mengkritisi RPP. Bagi Adhie, harus ada referensi dari negara lain yang sudah mengeluarkan peraturan seperti itu. "Parpol dan DPR harus mengkritisi RPP dan apakah sudah ada negara lain yang menggunakan RPP sebagai referensi?" ujar Adhie.