
Capres Independen, Kenapa Perlu?
INILAH.COM, Jakarta - Dengan perolehan 60% suara, pemerintahan SBY tak menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan kuat. Itulah ...
Aktor Intelektual Penangkapan Rizal Ramli Ada Kabinet SBY
JAKARTA - Berbagai kalangan mengecam keras skenario busuk Mabes Polri untuk menahan capres Rizal Ramli pada bulan Februari sebagaimana dikemukakan Direktur I Keamanan dan Transnasional (Kamtranas) Bareskrim Polri Brigjen Pol Badrodin Haiti.
"Sebenarnya, kami sudah lama melakukan investigasi, termasuk aktor intelektual yang bermain di balik semua ini, yakni kelompok neoliberlisme dan antek asing yang berada di Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka ini berlindungan di balik kepentingan ekonomi nasional. Jadi, siapa yang mengutak-atik kegagalan neoliberalis pasti akan sikat," ujar juru bicara Rizal Ramli, Adhie Massardi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/2).
Menurut Adhie, sekiranya pemerintahan SBY sampai menahan Rizal Ramli,yan dunia internasional pasti akan memberikan kecaman terhadap Indonesia, bahwa proses transisi demokratisasi yang sedang berjalan gagal total. "Sekarang ini saja kita sudah mengalami krisis ekonomi yang luar biasa dahsyatnya, termasuk krisis politik apalagi menjelang pemilu dan pilpres. Kalau sampai itu terjadi dipastikan akan terjadi chaos," kata dia.
Dia menjelaskan, orang-orang yang berada di lingkaran Kabinet Indonesia Bersatu yang menjadi antek asing, memang tidak senang ada kelompok-kelompok yang mampu mengkritisi kebijakan ekonomi yang dilakukannya, khususnya kelompok neoliberalis. Jadi, tidaklah mengherankan orang-orang yang mempertahankan status quo ini pasti tidak senang dengan sikap kritis Rizal Ramli, apalagi pencalonannya sebagai capres sudah mendapat respond dan dukungan dari partai politik maupun masyarakat yang menginginkan perubahan," tegas dia.
Adhie juga mengakui tekanan terhadap Rizal Ramli saat ini terasa begitu keras karena sikap kritisnya yang selalu mengkampanyekan jalan baru menuju perubahan demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. "Kelemahan pemerintahan pascareformasi ini karena blok status quo ingin kembali berkuasa dan mendaur ulang sistim pemerintahan otoriterian dengan iming-iming bersama kita bisa. Padahal, apa yang dijanjikan sampai sekarang tak pernah bisa terwujudkan bahkan kehidupan, kesejahteraan dan perbaikan ekonomi rakyat yang ada sekarang semakin terpuruk akibat krisis ekonomi global," kata dia.
Menurut Adhie, kasus yang sedang dialami Rizal Ramli ini sangat politis dan sengaja direkayasa untuk membungkam langkah Rizal Ramli untuk bertarung di Pilpres 2009. "Kalau tidak direkayasa, mana mungkin institusi Polri bersikap ceroboh ingin menahan seseorang tanpa alasan yang kuat. Semua ini kan sudah membuktikan kepada publik bahwa cara-cara orbais mulai dilakukan oleh pemerintahan yang ada sekarang," ujar dia.***