
Capres Independen, Kenapa Perlu?
INILAH.COM, Jakarta - Dengan perolehan 60% suara, pemerintahan SBY tak menghasilkan kepemimpinan yang efektif dan kuat. Itulah ...
SIARAN PERS
JAKARTA (25/2) - Sedikitnya sepuluh partai politik peserta Pemilu 2009 mendeklarasikan BLOK PERUBAHAN untuk pemberdayaan politik rakyat agar pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009 berjalan secara jujur, adil dan demokratis demi terwujudnya kedaulatan rakyat. Pasalnya, ada dugaan Pemilu Legislatif dan Pilpres hanya akan dijadikan sarana memberikan legitimasi kepada kekuatan-kekuatan status quo yang hanya ingin mempertahankan kekuasaan tetapi tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Karena itu, pembentukan BLOK PERUBAHAN ini bertujuan untuk mengubah nasib rakyat dan bangsa Indonesia menjadi lebih baik. BLOK PERUBAHAN ini bisa mendorong rakyat untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas pada Pemilu Legislatif maupun untuk mencari figur pemimpin bangsa. Langkah BLOK PERUBAHAN ini memetakan secara jelas mana kekuatan pro-perubahan dan mana kelompok status quo," ujar Capres Rizal Ramli pada acara Deklarasi BLOK PERUBAHAN di Hotel Manhattan Jakarta, Rabu (25/2).
Hadir pada acara deklarasi BLOK PERUBAHAN pimpinan sepuluh parpol antara lain Ketua Umum DPP PBR (Partai Bintang Reformasi) Bursah Zarnubi, Ketua Umum DPP P3I (Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia) Daniel Hutapea, Ketua Umum DPP PNBKI (Partai Benteng Kerakyatan Indonesia) Erros Djarot, Ketua Umum DPP PPRN (Partai Peduli Rakyat Nasional) Ny. Amelia A Yani, Ketua Umum DPP PKNU (Partai Kebangkitan Nasional Ulama) Choirul Anam, Ketua PDK Chairul Anwar, Ketua Umum DPP Partai Pelopor Eko Suryo Santjojo, Ketua Umum DPP PMB (Partai Matahari Bangsa) Imam Addaruqutni, Ketua Umum DPP PK (Partai Kedaulatan) Ibrahim Barsah, dan Ketua Umum DPP PKDI (Partai Kasih Demokrasi Indonesia) Roy Rening, dan beberapa pimpnan parpol lainnya.
Menurut Rizal Ramli, sekarang ini rakyat sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan politiknya, khususnya mencari mana pemimpin bangsa yang membawa perubahan dan mana pemimpin yang hanya mempertahankan status quo, termasuk mereka yang pernah berkuasa tapi gagal meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Inilah yang harus diwaspadai agar rakyat bisa memilah-milah secara cerdas siapa pemimpin yang akan dipilihnya nanti. Kami seringkali menyerukan agar bangsa ini memilih Jalan Baru, yaitu jalan menuju perubahan dengan mendukung BLOK PERUBAHAN," katanya.
Rizal Ramli mengakui, bangsa ini hanya bisa berubah jika para elite dan pimpinan parpol pro-perubahan bersatu dan memperjuangkan hak-hak politik rakyat serta berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. "Salah satu penyebab kegagalan kita pada era reformasi ini karena tidak dikawal, sehingga reformasi yang terjadi keluar dari koridor dan cita-cita reformasi itu sendiri," tegasnya.
Ketua Umum DPP PPRN Ny. Amelia A Yani menyatakan, sejak didirikan PPRN memang telah berkomiten untuk melakukan perubahan, dan tidak akan pernah bergabung dengan kelompok status quo. "Kondisi bangsa ini sudah sangat memprihatinkan dan kita membutuhkan perubahan yang mendasar agar kehidupan rakyat bisa sejahtera. Karena itu, PPRN siap berkoalisi dengan parpol yang sama-sama memiliki platform dan mengusung perubahan," tegas putri Pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani ini.
Para pimpinan parpol penggagas BLOK PERUBAHAN sependapat dengan argumentasi Amelia Yani. Oleh sebab itu, tidak tertutup kemungkinan parpol yang tergabung dalam BLOK PERUBAHAN ini akan menjalin kerjasama di tingkat provinsi dan kabupaten kota, terutama untuk mengawasi jalannya pemilu legislatif yang sudah di ambang pintu.
Perlu kita catat disini bahwa BLOK PERUBAHAN dan BLOK M tidak ada hubungannya.